WELCOMING PROGRAM TKI DI ENTIKONG

ZONALABOUR.COM, JAKARTA -– Entikong/Kalimantan Barat : Perbatasan Indonesia- Malaysia, Kalimantan Barat – Sarawak KJRI mengadakan welcome TKI to Sarawak yang seharusnya diadakan di wilayah Tebedu Malaysia namun karena ini adalah kegiatan dari kjri untuk tki maka dialihkan kegiatannya di kantor blki entikong .

Adapaun yang hadir dalam kegiatan ini antara lain ; KJRI Kuching, Muhammad Abdullah yang menangani konsoler dan ketenagakerjaan, Josua mewakili Imigrasi Indonesia, Iptu Eeng Suwenda selaku Wakapolsek Entikong, Roni Firman Ramdani, selaku Kepala P4TKI (Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia,red) Entikong, Edy Sopyan selaku Direktur Utama PT. Citra Rezeki Utama.

Sementara dari Malaysia dihadiri oleh Badrul Isam Pengurus Besar Pekerja Asing di Malaysia khusus perusahaan Sandarby dan Puan Saftuyah binti Sahari Jabatan Imigresen Malaysia Negeri Sarawak.

Adapun kegiatan yang dilakukan di Kantor BLKI Entikong, Sanggau Kalimantan Barat, dalam kesempatan tersebut Muhammad Abdullah selaku KJRI Kuching, Sarawak memberi pengarahan tentang tata cara bekerja nanti di Malaysia dan apa-apa yang perlu dilakukan selama bekerja di Malaysia, hal ini agar supaya masuk jadi TKI legal dan selama di Malaysia sampai pulang masih tetap jadi TKI legal dan sekiranya dari pihak majikan tidak membayar gaji atau tidak memberikan pasport diwaktu mau pulang diharapkan menghubungi Kantor KJRI Kuching di Nomor : 082460734/461734 , 0168899734 .

“Ini dilakukan dan diberikan hotline layanan untuk mengadukan permasalahannya supaya pegawai KJRI Kuching bisa membantu para TKI,” jelas Muhammad Abdullah.

Ditempat yang sama Iptu Eeng Suwenda memberi pengarahan kepada TKI yang akan diberangkatkan ini supaya mengikuti aturan undang-undang dinegara tempat bekerja dan menjauhi kegiatan yang akan merugikan TKI itu sendiri seperti mencuri, mengedar narkoba dan lain sebagainya yang kira-kira akan merugikan TKI tersebut. “Saya berharap seluruh TKI agar tetap menjaga diri baik-baik, jangan melakukan tindak-tindakan yang melanggar hukum di negeri orang, dan jaga nama baik bangsa kita (Indonesia,red), “ harap Kapolsek Entikong.

Selain itu, dan pegarahan juga diberikan oleh Pegawai Imigrasi Indonesia tentang cara masuk ke Malaysia jadi TKI legal.

Dan dari pihak Malaysia yang menerima Pekerja Asing yang diwakili oleh Badrul Isam mengatakan,”Kami menyambut baik acara ini dan senang menerima TKI dari Indonesia yang diurus secara legal kalaupun ada permasalahan nanti dimalaysia tempat bekerja diharapkan kerjasama dari TKI sama pengurus tempat kerja supaya permasalahan bisa diselesaikan secara baik tidak merugikan kedua belah pihak

Dan dari pihak jabatan Imigresen Malaysia Negeri Sarawak pun menyambut baik dengan cara ini yaitu TKI masuk ke Malaysia diurus secara legal,” jelas Badrul Isam kepada Lapan6online.com di Entikong, Kamis, 1 Maret 2018.

Terkait kegiatan tersebut diatas, Tim Lapan6online.com Entikong saat mengkonfirmasi langsung ke Muhamad Abdullah selaku KJRI Kuching Sarawak mengatakan,”Welcoming program ini bukan program baru, tapi diperwakilan lain pun dah lama dilakukan ditempat yang lain seperti Hongkong, Korea dan dampak dari program ini sangat positif sekali utk TKI terutama masalah perlindungan kita bisa menjelaskan mengenai hak-hak mereka dan juga kewajiban-kewajiban mereka dan kita tekan kan supaya mereka bisa mematuhi peraturan-peraturan yang ada di Sarawak tujuan tempat bekerja dan dan aturan di Indonesia

Welcoming Program ini bisa menekan saya harapkan ya supaya bisa memulai yang pertama kalinya mudah-mudahan bisa menekan angka TKI yang ilegal karena terutama di Sarawak itu angkanya saya lupa persis tapi cukup banyak yang berlari dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya mereka berlari seperti itu dengan sendirinya akan menjadi TKI ilegal berangkatnya ilegal sudah benar tapi karena bujuk rayu misalnya gaji tinggi atau ada panjarnya ditempat lain kemudian dia pindah ke ladang yang lain ya jadilah dia illegal,” ungkap Muhamad Abdullah KJRI Kuching.

Lapan6online.com pun menanyakan berapa kasus TKI Indonesia sekarang yang sedang terjerat hukum diwilayah Sarawak, Muhammad Abdullah menjawab,”Ada 16 kasus terancam hukuman mati diwilayah Sarawak sedang dalam proses dipengadilan adapun kasusnya beragam ada pembunuhan ada narkotika obat-obatan terlarang seperti diketahui di Malaysia ini tidak ada ampun lagi kalau masalah dadah itu ancaman, “jelasnya.

Terkait akses untuk ke konsulat KJRI Kuching, Muhammad Abdullah mengatakan,”Kita selalu memberi penyuluhan ke lading-ladang ke basis-basis pekerja migran kita dan kita selalu informasikan bagaimana bisa mengakses terutama terkait dengan pendudukan warga saya kira samapai sekarang ini bahwa bisa berjalan dengan baik terutam kemarin ada himbauan dari bukan himbauan lagi tapi instrukdsi dari presiden agar KJRI itu memberikan perlindungan berupa pemberian pasport pada warga yang ilegal terkait dengan hak warga indonesia yang ada diluar negeri, “ tambah Muhammad Abdullah.

Lalu dengan upaya-upaya pemerintah perlindungan untuk TKI,TKW Indonesia di Sarawak, Malaysia? Muhammad Abdullah mengatakan,”Kita memiliki loyar yang tangguh sebenarnya di Sarawak termasuk sangat tangguh jadi pada data kami itu ada 15 yang sudah berhasil diselamatkan dari ancaman hukuman dari 15 itu 5 sudah diputuskan bebas artinya bisa kembali ke Indonesia yang 10 terbebas dari ancaman hukuman mati, “ pungkasnya. [Bambang]

Tidak ada komentar