Frido, Direktur Pemenangan Bacaleg Alih Budhi Bantah Pemberian 150 Juta


Frido

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Terkait adanya pemberitaan poskotanews tertanggal 9 Oktober 2018 yang dipublish pada pukul 15:53 dan di lansir oleh Babe (aplikasi), dengan judul ‘Bermodal Foto Bersama Kapolri, Sopir Ini Tipu Cewek Pengusaha’ dengan mengkaitk-kaitkan isi pemberitaan tersebut adanya dugaan Ali menerima uang 150jt dari Rahmat adalah tidak benar. Hal itu dikatakan Bung Frido selaku Direktur pemenangan Alih Budhi.

Kata Frido, seperti yang disiarkan poskotanews, Rahmat telah ditangkap dan ditahan Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan terhadap seorang pengusaha asal Depok, Jawa Barat dipertengahan tahun 2017 lalu. Bahkan disituh disebut nama Vera, Heri dan Ali sebagai rekan Rahmat yang masih buron.

Frido menyayangkan publikasi yang menyebar dan mengganggu eletabilitas serta aktifitas Alih Budhi sebagai Caleg DPRD Provinsi Banten dari Partai Demokrat. “nama Ali yang dimaksud itu siapa? Banyak orang yang memakai nama Ali looohh…dan jangan dipolitisir.” Ucap Frido saat dimintai keterangannya di Jakarta, Senin (15/10).

Menurut Frido, atas dasar pemberitaan itu, kemudian muncul “issue” berkembang yang kemudian dikirimkan oleh beberapa orang melalui Aplikasi Whats-App (WA) dengan cara melakukan “capture” halaman berita. Kemudian menyebarkan kepada orang orang yang dianggap mengenal bahwa yang dimaksud Ali dalam pemberitaan itu adalah saudara Alih Budhi.

“Alih Budhi juga telah membuat pernyataan resminya bahwa hal-hal yang telah dikaitkan atas dirinya di kasus Rahmat itu Sangat Tidak Benar.” Tegas Frido.

Pihaknya (Alih Budhi.red) tidak mengenal secara persis Rahmat yang dimaksudkan, bahkan kata Frido pada wartawan,saudara Alih Budhi tidak mengenal sosok Rahmat, ia hanya diperkenalkan oleh Vera Gaghana dan Zainul Arifin saat potong tumpeng pendirian Jurnal Wicaksana seorang yang disebut (Rahmat) adalah Menantunya Susno Duaji, dan saat ini sebagai Sespri Pak Tito (Kapolri).

“Maka secara tegas saya katakan bahwa Saudara Alih Budhi tidak pernah merasa menerima uang sejumlah Rp.150 juta yang disebut-sebut oleh Rahmat baik dalam bentuk Tunai maupun Transfer ke rekening Alih Budhi, dengan alasan ikut mensukseskan urusan tender proyek IT di Kepolisian. ”papar Frido.[]

Tidak ada komentar