Indonesia Dan Saudi Sepakati Kerjasama Bilateral Penempatan Satu Kanal TKI Informal


Roedi Susyanto, Pemimpin Umum zonalabour.com
ZONALABOUR.COM, JAKARTA - Penandatanganan dilakukan oleh menteri tenaga kerja pemerintah Indonesia M. Hanif Dakiri dengan menteri tenaga kerja dan pembangunan sosial Kerajaan Arab Saudi Ahmed Bin Suleiman Abdulaziz Alrajhi di Kantor Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Ahad (11/11/2018). Kerjasama dititik beratkan dalam konteks TKI informal.

Terkait dengan penandatanganan ha tersebut, Roedi Susyanto, Ketua Parlem Bapindo dan sekaligus pemimpin umum zonalabour.com, media khusus pemberitaan tenaga kerja Indonesia dan mancanegara megatakan, ada banyak ketentuan dalam sistem penempatan satu kanal yang lebih menguntungkan TKI (pekerja migran), kontrak kerja tidak lagi dengan kafalah (majikan perseorangan) melainkan dengan syarikah (perusahaan) yang ditunjuk dan bertanggung jawab dengan pemerintah Arab Saudi.

Hal ini lanjut Roedi, memudahkan TKI dan pemerintah Indonesia juga Arab Saudi dalam memberilkan perlindungan kepada TKI.

Dalam penandatanganan bilateral terkait penempatana satu kanal TKI tersebut terdapat beberapa hal yang diatur antara lain gaji bersih minimum USD 400 yang dibayarkan melalui rekening bank atas nama pekerja migran (TKI) tersebut dan dibayarkan setiap akhir bulan. Jam kerja setiap hari 10 jam, serta berhak tinggal di asrama yang disediakan oleh syarikah, kecuali untuk pekerja baby sitter, Elderly care taker, child care.

Terdaapat aturan lembur dan libur yang diatur secara ketat. Pekerja migran/TKI juga memiliki hak berkomunikasi dengan keluarga, kerabat dan perwakilan RI, hak beribadah, hak memegang sendiri paspor, dokumen, indentitas diri.

Selain itu, TKI juga diikutsertakan asuransi yang meng-cover kecelakaan kerja dan kesehatan dan berhak dapat fasilitas kepulangan setelah selesai kontrak atau situasi darurat. Pemberi kerja wajib memberikan akomodasi dan konsumsi yang layak,istirahat saat sakit dan biaya pengobatan.

"Menindaklanjuti Kesepakatan tersebut, saat ini kementrian tenaga kerja RI sedang menyiapkan sosialisasi kepada dinas ketenaga-kerjaan di daerah dan juga persiapan teknis pelaksanaan kerjasama serta terkait dengan pelatihan dan setifikasi." Imbuh Roedi.[]

Tidak ada komentar