Seminar Peran Thariqah Alawiyah Dalam Moderasi Islam di Indonesia


RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Al Ghanna Islamic Education Bekerjasama dengan Islamic and Middle Eastern Research Center (IMERC) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) menghadirkan Seminar terkait Thariqoh Alawiyah dengan tema “Ajaran Wasatiyah dalam Thariqah Alawiyah dan Perannya di Indonesia” pada tanggal 4 Desember 2018, di Gedung SKSG UI Salemba Jakarta Pusat.

Seminar ini menghadirkan narasumber, Habib Hamid Ja’far Al Qadri (pengasuh di Al Ghanna Islamic Education) dan Drrs Nur Munir selaku ketua IMERC. Acara ini dihadiri oleh Akademisi, peneliti, pengamal thariqoh perwakilan Civitas akademika UI serta perwakilan sejumlah universitas.

Ketua IMERC, Drs. Nur Munir menyatakan “karena banyaknya kontribusi thoriqoh alawiyah pada moderasi Islam di indonesia dia berharap agar adannya penelitian terkait thoriqoh alawiyah dalam rangka lebih mengenal dan mensosialisasikan thoriqoh ini tekannya.”

Pemateri kegiatan ini Habib Hamid Ja’far Al Qadri menjelaskan Thariqah Bani Alawi (Alawiyyah) merupakan salah satu thariqoh kaum sufi yang didirikan oleh Imam Al-Faqih Muqaddam (574 H-653 H) atau (1178 M -1232 M). Thoriqoh ini berasas pada Ittibâ' (mengikuti) Quran dan sunah; Sidqul iftiqôr (benar-benar merasakan kebutuhan kepada Allah) dan Syuhûdul minnah (menyaksikan bahwa segala sesuatu merupakan karunia Allah semata);”, Papar Beliau. Thoriqoh ini juga mengikuti manshûsh (Nash Quran dan Hadits) dengan cara khusus dan menyempurnakan semua dasar (ushûl) untuk segera mencapai puncak kedekatan dengan Allah (wushûl)”.

Sedangkan untuk kontribusi Thoriqoh Alawiyah diberbagai bidang seperti, Bidang Pendidikan yakni Berdirinya Jamiyatul Kheir yg merupakan organisasi sosial dan pendidikan Islam pertama di Indonesia, Berdirinya Al-Khairat, Palu Dan Pengaruh dalam tradisi pengajaran di Pesantren. Dibidang Bidang Sosial Budaya adanya Pengaruh terhadap NU dan Muhammadiyah serta terbitnya karya-karya sastra dan seni budaya seperti koran “Hadramaut” dan Majalah “Borobudur Papar Beliau”.

Lebih lanjut, Ustad Muda yang juga alumni pesantren Sidogiri dan pernah belajar di Darul Musthofa, Tarim, Hadramaut, Yaman menyatakan: “Pada dasarnya Thoriqoh Alawiyah bukanlah gerakan politik, bahkan cenderung menjauhi politik praktis. Kalaupun ada tokoh-tokoh TA yang terjun ke dalam politik maka itu keluar dari prinsip dasar –dasar Thoriqoh Alawiyah. Ujar beliau.” AB.[wid]

Tidak ada komentar