Anton Tabah: Visi Misi Calon Pemimpin Itu Penting. Bila Dihapus, Ini Aneh Dan Konyol


Jenderal (pur) H. Anton Tabah Digdoyo


ZONALABOUR.COM, JAKARTA - Dalam berbagai pemberitaan media KPU akan menghapus penyampaian visi dan misi. KPU juga disinyalir akan memberikan soal kepada capres cawapres terlebih dahulu dalm acara debat yang sdh dekat ini.

Untuk itu redaksi telah minta pendapat mantan jenderal Polri, Anton Tabah Digdoyo yang juga Dewan Pakar ICMI Pusat melalui sambungan selular.

"Saya jd ingat sttmn pak Harto awal th 1999 (6bln pasca reformasi) pak Harto bilang reformasi ini tanpa visi. Mereformasi perusahaan saja jika tanpa visi akan gagal apalagi mereformasi bangsa yang besar Indobesia. Kata2 pak Harto benar. Semua blg reformasi gagal. NKRI tdk lbh baik dr era sebelumnya." Demikian jawab Anton melalui whatsapp, Senin (7/1/2019).

Visi misi itu, tambah Sekpri mantan Presiden Soeharto, penting dalam tingkat apapun. UU pun mengamanahkan calon pemimpin harus sampaikn visi- misi untuk memajukan institusi yang akan dipimpinnya. Karena itu calon kapolri dan calon panglima TNI harus memaparkan visi misinya saat fit and proper test di hadapa DPR. Apalagi capres dan cawapres yang akan memimpin sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

"Keanehan lainnya KPU akn mengirim daftar pertanyaan pada capres cawapres sebelum debat Pilpres. Kenapa ada format KPU bocorkn bahkan kirim pertanyaan lebih dulu ke capres cawapres? Ini frasa apa yang dimau?" Tanya Anton.

Kalau caranya begini, lanjutnya, tak ada guna nilai kecerdasan calon karena jawaban paslon dipastikan tidak otentik dari pikiran visi misinya. Kecerdasan capres/cawapres harus lebih unggul dari masyarakat umum. Mknya harus teruji secara signifikan.

Anton menambahkan, di negara lain, pertanyaan-pertanyaan dalam debat capres cawapres sangatt tabu dibocorkan apalagi diberikan lebih dulu. Sudah jadi tradisi di berbagai negara, capres cawapres harus melewati proses penjaringan. Di partai masing-masing, materi prtanyaanya pun tak boleh diketahui siapapun kecuali penguji.

Pernah terjadi ada skandal pembocoran materi pertanyaan debat kandidat presiden dalam penjaringan di Partai Demokrat AS dan itu membuat Ketua Komite Nasional Partai Demokrat (DNC), Donna Brazile menundurkan diri.

"Sebagai warga bangsa yang cinta NKRI saya ingatkan KPU jangan turuti kemauan paslon justru KPU yang harus ditaati oleh paslon. Penghapusan paparan visi - misi dan pengiriman mareri soal debat capres cawapres sebelum acara debat adalah konyol dan harus dibatalkan oleh KPU." Tegas mantan jendral Polri ini. []

Tidak ada komentar