Car Free Day Mampang Jadi Sarana Silaturahim Dan Temu Kangen Teman Lama


Busway tetap beropersi saat HBKB/CFD Mampang perlu pengawasan petugas lebih aktif.[Dok/zonalabour.com]

ZONALABOUR.COM, JAKARTA - Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) sepanjang Jl. Mampang Prapatan Raya hingga Jl. Warung Jati Barat, Simpang Pejaten, Jakarta Selatan dirubah pelaksanaannya yang semula pada minggu ketiga, kini di 2019 menjadi minggu pertama jatuh pada Ahad (6/1/2019).

Perubahan waktu dan pelaksanaan ini sesuai dengan isnstruksi Gubernur DKI Jakarta. Walikota Jakarta Selatan sebelumnya mengatakan, biasanya Pemkot menyelenggarakan HBKB pada minggu ketiga. Untuk 2019, menjadi minggu pertama.

Perubahan jadwal ini tambah Marullah didasari Instruksi Gubernur DKI Jakarta yang menetapkan seluruh wilayah DKI Jakarta melaksanakan HKBP pada minggu pertama dengan alasan adanya pengukuran kualitas udara.

Di acara CFD Mampang, 6 Januari 2019 ini Pemkot Jakarta Selatan menggelar beberapa acara seperti senam, atraksi seni tari, sosialisasi pencegahan kebakaran, sosialisasi kependudukan dan hiburan.

Digelarnya HBKB sepanjang jalan Mampang Prapatan Raya hingga Warung Jati Barat oleh Pemkot Jakarta Selatan ini dimanfaatkan oleh masyrakat setempat untuk menanggok untuk dengan berjualan makanan, minuman, baju dll.

Bahkan CFD Mampang juga dijadikan sarana pertemuan antar sahabat lama untuk melepas kangen sesama mereka. Hal ini dilakukan oleh alumni MTsNI Mampang yang pagi tadi bertemu dengan angkatan 83. Meski tidak semua datang dan bertemu, mereka tampak riang gembira sambil bercerita masa-masa lalu yang telah terlewati.

Ada catatan yang perlu diangkat dari pelaksanaan CFD atau HBKB Mampang ini. Pertama, dari salah seorang anggota Dishub mengatakan, ada keluhan warga mengenai rentang waktu yang cukup lama.

"Bagusnya sih dipersingkat waktunya sampai jam 10 aja.Warga megeluh terlalu lama waktunya," Ujar Very P, salah seorang anggota Dishub di lokasi.




Ilham(Betopi), Ketua RW di Durentiga

Namun Ilham, salah seorang Ketua RW di Durentiga tidak mempermasalahkan rentang waktu tersebut. Dirinya bahkan senang kalau dibuka sampai pukul 12.00.

"Ga da yang ngeluh. Warga gue malah seneng ampe jam dua belas juga ga masalah." Ujar Ilham.

Catatan lain adalah masih beroperasinya BusWay saat CFD yang agak mengkhawatirkan anak-anak yang melintas di arena CFD tersebut. Demi keselamatan dan kenyamanan warga, perlu pengawasan aktif atau sebaiknya operasional Busway dihentikan hingga usai rentang waktu CFD.[GF]

Tidak ada komentar