Muslim Arbi: Bawaslu Tidak Fair, Kenapa Hanya Gubernur DKI Saja Yang Diberi Sanksi?


Muslim Arbi.[Dok/radarindonesianews.com]

ZONALABOUR.COM, JAKARTA - Gubernur DKI, Anies Baswedan dipanggil akibat acungan dua jari yang dianggap Bawaslu melanggar aturan yang berdampak dikenakan sanksi penjara. Namun Gubernur Sulawesi Selatan dan Sejumlah Bupati yang terang-terangan dukung Jokowi tidak mendapat perlakuan yang sama dari lembaga pengawas pemilu ini.

Terkait hal itu, Ketua Gerakan Perubahan (GarpU), Muslim Arbi mengatakan, Bawaslu harus profesional. Jika tidak Bawaslu dianggap tidak adil dan rakyat bisa desak Bawaslu RI di bubarkan.

"Di Medsos sudah ramai bertebaran #SaveAniesBaswedan. Dan sudah terdapat ajakan untuk turun ke Jalan Bela Gubernur DKI yang mantan Mentri Jokowi itu." Ujar. Muslim

Sikap dan tindakan Bawaslu RI soal acungan satu dan jari dan 2 jari itu tambah Muslim, tidak jelas.

"Apakah mengacungkan 1 dan 2 jari itu pelanggaran pidana? Dan mendapat ancaman 3 tahun sebagaimana amanat UU Pemilu? "Tanya Muslim lagi.

Muslim menambahkan, kalau acungan 1 dan 2 jari itu adalah pidana maka Bawaslu RI harus pidanakan Menko Maratim Luhut Binsar Panjaitan dan Menkeu Sri Mulyani dan juga 15 mentri yang dukung Jokowi. Juga sejumlah Gubernur dan Bupati yang acungkan satu jari. Karena satu jari itu ajakan dukungan terhadap Jokowi.

"Luhut dan Sri Mulyani terang-terangan acungkan satu jari saat pertemuan IMF-WB di Bali beberapa saat lalu. Mestinya kedua orang tersebut juga mendapat sanksi penjara 3 tahun," Tegas Muslim.

Sikap dan perlakukan Bawaslu RI yang gunakan standar ganda dan tidak fair ini lanjut Muslim, sangat membahayakan kualitas Pemilu dan Pilpres mendatang.

Menurutnya, jika Bawaslu tetap menekan Gubernur Anies karena acungan 2 jari beberapa waktu lalu; maka jangan salahkan jutaan rakyat dan umat akan turun ke jalan, menuntut keadilan atas hal ini. Jutaan rakyat itu sudah buktikan di Monas saat Reuni Akbar 212 Desember 2018 lalu.

Sebagai wasit, Bawaslu harus bersikap adil dan fair. Jika wasit dan Pengawas sudah berubah jadi pemain. alamat pertandingan akan kacau. Pemilu dan Pilpres akan rusak dan menghasilkan pertandingan yang tidak fairplay." Imbuh Muslim,[].

Tidak ada komentar