Fitria Nur Auliah Kurniawati: Pemimpin Adil Dan Amanah


Fitria Nur Auliah Krniawati

ZONALABOUR.COM, JAKARTA - Dalam Islam, kekuasaan tentu amat penting untuk menegakkan, memelihara, dan mengemban Islam. Karena itu, tepat ungkapan para ulama saat menjelaskan pentingnya agama berdampingan dengan kekuasaan: Agama dan kekuasaan itu ibarat dua saudara kembar.

Dikatakan pula bahwa agama adalah pondasi, sementara kekuasaan adalah penjaganya. Apa saja yang tidak berpondasi akan hancur dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan lenyap. (Abu Abdillah al-Qal’i, Tadrib ar-Riyasah wa Tartib as-Siyasah,1/81). Dari penegasan para ulama tersebut dapat disimpulkan bahwa sejak awal Islam dan kekuasaan tidak bisa dipisahkan, kekuasaan diorientasikan untuk menegakkan dan menjaga agama (Islam).

Alhasil, kekuasaan sangatlah penting. Namun, yang lebih penting, kekuasaan itu harus diorientasikan untuk menegakkan, memelihara, dan mengemban Islam. Dengan kata lain, penting dan wajib menjadikan orang Muslim berkuasa, yakni yang bisa menjadikan syariah Islam sebagai satu- satunya aturan untuk mengatur negara, bukan yang lain.

Dalam Islam, pemimpinn haruslah amanah, yaitu pemimpin yang bukan hanya tidak menghianati rakyat yang telah memilihnya, tetapi yang lebih penting adalah tidak menghianati Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman yang artinya :

“Hai orang- orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya serta jangan mengkhianati amanah kalian, sementara kalian tahu” (TQS al- Anfal[8]:27).

Amanah dalam ayat diatas adalah haram apabila mengkhianati apa saja yang telah diamanahkan oleh Allah SWT kepada hamba- hamba-Nya. Tentu, kekuasaan adalah bagian dari amanah, bahkan salah satu amanah yang penting dan haram dikhianati. Karena itu, siapa pun yang menjadi pemimpin wajib amanah. Allah juga berfirman yang artinya :

“Siapa saja yang tidak memerintah dengan wahyu yang telah Allah turunkan, mereka itulah pelaku kezaliman” (TQS. Al-Maidah[5]:5).

Jadi, seorang pemimpin baru bisa dan layak dikatakan sebagai pemimpin yang adil saat memerintah berdasarkan Al- Quran, as- Sunnah, bukan dengan yang lain.

Sejak Rasulullah saw. diutus, tidak ada masyarakat yang mempu melahirkan para pemimpin yang amanah dan adil kecuali dalam masyarakat yang menerapkan sistem Islam. Kita mengenal Khulafaur Rasyidin yang terkenal dalam kearifan, keberanian, dan ketegasan dalam membela Islam dan kaum Muslim.

Mereka adalah negarawan- negarawan yang dicintai rakyatnya dan ditakuti lawan- lawannya. Khalifah Abu Bakar ash- Shiddiq misalnya, beliau adalah sosok penguasa yang terkenal sabar dan lembut. Namun, beliau juga pemimpin yang berani dan tegas.

Tatkala sebagian seorang Muslim menolak kewajiban zakat misalnya, beliau segera memerintahkan kaum Muslim untuk memerangi mereka. Dengan begitu, stabilitas dan kewibawaan Negara Islam bisa dipertahankan meskipun harus mengambil risiko perang.

Adapun Khalifah Umar bin al-Khathab yang tidak segan- segan merampas harta para pejabatnya yang ditengarai berasal dari jalan yang tidak benar. Begitulah pemimpin saat menerapkan syariah Islam. WalLahu a’lam.[]


Penulis adalah pelajar kelas 11, SMAN 1 Cileunyi, Bandung

Tidak ada komentar