Kebahagiaan Dan Terima Kasih Kak Seto Pada Pendidikan Psikologi Anak


Kak Seto bersama Ayu Yulia Yang.
 
ZONALAOUR.COM, JAKARTA - Psikotes menjadi pintu yang harus dilewati untuk seleksi calon tenaga kerja baik di perusahaan swasta atau milik pemerintah. Proses penyeleksian awal dengan menggunakan psikotest sangat membantu perusahaan agar mengetahui seberapa besar kecocokan dan kesesuaian antara karakter, kepribadian dan kemampuan pelamar terhadap kebutuhan SDM dan posisi jabatan yang diperlukan.

Terkait hal ini, mungkin masih teringat seorang psikolog yang akrab disapa Kak Seto? Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah yang bernama lengkap Seto Mulyadi menganggap adanya psikotest yang terkait erat dengan ilmu psikologi itu sangat perlu. Hal ini dikatakan Kak Seto di kediamannya, Jalan Taman Cirendeu Permai, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ahad (21/4/2019).

Menurutnya, ilmu psikologi yang diimplementasikan dalam bentuk psikotest ditujukan untuk mengetahui kejiwaan bukan hafalan untuk sebuh jawaban, dihasilkan dari suatu penelitian yang dasarnya adalah umum. Pemisalan dalam mengukur kecerdasan, seseorang dengan diberikan pertanyaan yang sifatnya didasarkan pada logika, sekiranya mampu menjawab atau tidak. Memang berbeda dengan test akademik yang jawabannya persis seperti kunci jawaban.

Psikotest merupakan test umum yang bisa menyimpulkan kepribadian, kecerdasan, karakter dan sifat seseorang seperti tahan banting atau tidak, mudah putus asa atau tidak, bisa menerima kenyataan atau tidak, bisa menyesuaikan diri atau tidak, daya ingat jangka pendek atau panjang, apabila mengalami kegagalan akan seperti apa reaksinya, memaksakan atau mengubah strategi sehingga akan mempelajari situasi baru dan bisa berhasil. Test ini ditujukan untuk militer dilihat disiplin, komitmen, keberanian dan strategi dalam penilaian.

Memang tidak diajarkan sejak dini, karena memang tidak menghafal jawabannya. Tidak perlu adanya pembelajaran karena biasanya bakal gagal, bahwasanya mengukur apa yang tidak diukur. Dalam masa pendidikan, yang diajarkan seperti unsur etika dan estetika namun berbeda dalam perkembangannya. Seperti introvert dan ekstrovert.Kegunaan nantinya yaitu memberikan dan mencocokkan jenis pekerjaan itu kepadaintrovert atau sebaliknya.

Kepribadian seseorang memang bisa dibentuk sedari dini. Seperti pada saat menempuh jenjang pendidikan, pendidik mengajarkan kepada peserta didik. Pendidik harus siap mental, lebih manusiawi, lebih kreatif dan mencintai anak atau peserta didik, selalu berpikir positif, mau mengorbankan waktu dan emosional diri.

Tapi, memang tidak semua peserta didik bisa disama-ratakan. Kembar sekalipun juga berbeda dalam kepribadian dan tingkatan kecerdasan. Kepribadian merupakan pertemuan antara faktor bawaan dan lingkungan.

Bagi penyandang berkebutuhan khusus seperti disabilitas, tuna, autisme dan keterbelakangan mental, tidak perlu berkecil hati. Mereka diberikan ruang khusus untuk pendidikan dan memang tidak bisa dicampur dengan yang normal atau umum. Apabila dicampur ditakutkan rasa percaya dirinya akan turun drastis akibat frustasi sehingga akan sangat lambat dalam perkembangan diri dalam sosialisasi dan komunikasi. Ini bukanlah diskriminasi, melainkan pemberian stimulan mental yang ekstra untuk meningkatkan perkembangan diri. Pengajaran pun lebih sabar dalam berlatih komunikasi dan sosialisasi.

Pengalaman seperti putra salah satu artis, bernama Surya melalui homeschooling, pendekatan individual lebih mudah, terlebih hanya sepuluh orang dalam satu kelas sehingga tidak ada bullying dan merasa nyaman dan akhirnya bisa berkembang dan percaya diri. Bahkan hingga diundang ke London dan bertemu dengan ratu Elizabeth karena bisa memotivasi yang lain, yang berkebutuhan khusus.

Contoh tersebut agar bisa dipahami para orang tua untuk tidak memaksakan kehendak dan menerima realita kepada anak untuk memilih pekerjaan yang cocok. Di samping itu, orang tua juga harus menyadari bahwa mendidik anak juga bukan dengan kekerasan baik fisik maupun berbahasa. Pendidikan tidak identik dengan kekerasan dan merupakan kerjasama antara pendidik dan yang dididik. Akibatnya apabila pendidikan dengan kekerasan dalih disiplin bisa timbul anak tawuran, bullying, geng motor, pemukulan dan sebagainya. Preventifnya untuk siapa saja adalah dengan adanya pelatihan, parenting skill, seminar dan lain – lain.

Sebagaimana yang dilakukan Kak Seto untuk memberikan pendidikan kepada semua orang tua dalam mendidik anak yang benar sebagai konteks perlindungan anak. Antusiasme memang cukup tinggi. Ada di Palu, Bukit Tinggi, Pemalang, Kediri, Surabaya, Lombok, NTB, Madiun, Bali dan Samarinda. Dari mulai kedinasan, sekolah, organisasi hingga pribadi yang mengundang. Kemudian ada juga yang bercerita bahwasanya adanya perubahan usai mencoba cara pendidikan yang pernah diberikan oleh Kak Seto.

Semua merupakan bentuk kebahagiaan bagi Kak Seto, sebagai bentuk balas budi dari masa kecil sampai remaja Kak Seto yang fokus pada dunia pendidikan anak - anak. Memiliki orang tua yang begitu pengertian.akan potensial diri dan pendidik yang baik dari TK sampai lulus sekolah yang pengertian dan membimbing dengan penuh cinta. Padahal Kak Seto mengakui bahwa dirinya anak yang bandel, bodoh dan banyak kekurangan dalam kemampuan diri.

Tidak hanya balas budi tapi juga rasa terima kasih bagi Kak Seto. Dirinya juga pernah berjuang dari usia 15 tahun ditinggal sang ayah, Kak Seto tetap masih merasakan kebahagiaan. Dulu Kak Seto dan kembarannya waktu SMA satu – satunya yang boleh menggunakan celana pendek karena belum bisa beli celana panjang.

Kak Seto sambil berjualan koran, tas plastik dan balon di sepanjang junjungan yang ada di Surabaya. Kemudian diberi celana oleh teman. Kemudian lulus, mendaftar ke sekolah kedokteran tapi tidak lulus sampai ke empat kampus yaitu UI, Gajahmada, UNAIR dan UNDIP dan putuskan pindah ke Psikologi. Pergi merantau ke Jakarta dan menggembel. Tidur di emperan dan disiram air sama satpam karena telat bangun. Berjuang dan merangkak kemudian akhirnya bisa seperti sekarang ini.[Ayu Yulia Yang]

Tidak ada komentar