MT Ziyadatul Khoir dan Karang Taruna RW 02 Cip Muara saat Isra Miraj.[Wid/zonalabour.com]
ZONALABOUR. COM,  JAKARTA - Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1440 H di gelar MT Ziyadatul Khoir dan Karang Taruna RW 02 Cip Muara.

Acara berlangsung pada jumat malam sabtu, 12 April 2019. Di mulai dengan pembacaan Tahlil kemudian di lanjutkan dengan pembacaan kisah Maulid Nabi Muhammad yang di bacakan oleh Hb Idrus  Al-haddad dan jamaahnya.

Angga selaku Kasi Kesra Kecamatan Jatinegara yang mewakili Asril Rizal selaku Camat Jatinegara berikan sambutan nya, beliau katakan bahwa kecamatan Jatinegara sangat mendukung kegiatan keagamaan seperti kegiatan yang di lakukan  karang taruna RW 02 Cip muara dan MT Ziyadatul Khoir ini.

Edi Sofyan Latif selaku Lurah Kelurahan Cipinang Muara juga berikan sambutan, beliau katakan bahwa terhitung 25 Februari 2019 saya dan pa camat, baru menduduki jabatan ini dan saya sangat mendukung juga kegiatan keagamaan seperti ini.

Terakhir sambutan dari Bambang Irawan, SH selaku Ketua RW 02 Cipinang muara sekaligus mewakili kepanitian bersama Isra Miraj ini,dari MT Ziyadatul Khoir yang di pimpin Ust M Firman Yakub dan Karang Taruna RW 02 yang di ketuai oleh Anugrah Widhy,S.Fil I,  beliau katakan bahwa di Wilayah RW 02 Cipinang Muara banyak Majlis majlis ta'lim dan kita harus bersatu untuk mensyiarkan kegiatan Islami, oleh karena nya semoga di tahun mendatang Syiar kegiatan ini bisa lebih semarak.

Selanjutnya yakni tausiah dari KH Muhyi, dalam tausiah nya beliau katakan
Arti mencintai dan mengagungkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sebenarnya, dalam Firman Nya:
“Katakanlah, Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat ini berkata, “Ayat yang mulia ini merupakan hakim (pemutus perkara) bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah, akan tetapi dia tidak mengikuti jalan (sunnah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia adalah orang yang berdusta dalam pengakuan tersebut dalam masalah ini, sampai dia mau mengikuti syariat dan agama (yang dibawa oleh) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaannya.”

Imam al-Qadhi ‘Iyadh al-Yahshubi berkata, “Ketahuilah, bahwa barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan mengutamakannya dan berusaha meneladaninya. Kalau tidak demikian, maka berarti dia tidak dianggap benar dalam kecintaanya dan hanya mengaku-aku (tanpa bukti nyata). Maka orang yang benar dalam (pengakuan) mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah jika terlihat tanda (bukti) kecintaan tersebut pada dirinya. Tanda (bukti) cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang utama adalah (dengan) meneladani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengamalkan sunnahnya, mengikuti semua ucapan dan perbuatannya, melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangannya, serta menghiasi diri dengan adab-adab (etika) yang beliau (contohkan), dalam keadaan susah maupun senang dan lapang .

Jadi jelaslah bahwa mencintai dan mengagungkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sebenarnya adalah dengan meneladani petunjuk dan sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan berusaha mempelajari dan mengamalkannya dengan baik. Dan bukanlah mencintai dan mengagungkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah.

Dengan mengatasnamakan cinta kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau memuji dan mensifati beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam secara berlebihan, dengan menempatkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi kedudukan yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tempatkan beliau padanya.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian memuji diriku secara berlebihan dan melampaui batas, sebagaimana orang-orang nasrani melampaui batas dalam memuji (Nabi Isa) bin Maryam, karena sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah, maka katakanlah: hamba Allah dan Rasul-Nya.“

Inilah makna cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dipahami dan diamalkan oleh generasi terbaik umat ini, para sahabat radhiallahu ‘anhum. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Tidak ada seorangpun yang paling dicintai oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi diri nya

Dan selanjutnya tausiah kedua oleh Al-Habib Hasan Yabes Alatas, beliau katakan dalam tausiah nya bahwa Ibrah dan Hikmah Isra’ Mi’raj
1. Setelah cobaan datang silih berganti, bahkan Rasulullah mengalami tahun duka cita, Allah memberinya tasliyah (hiburan) dengan isra miraj ini.

2. Rasulullah memilih susu untuk beliau minum sebelum mi’raj lalu Jibril memujinya. Ini menguatkan bahwa Islam adalah agama fitrah dan kesucian.

3. Shalat Rasulullah bersama para Nabi di Baitul Maqdis menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para Nabi.

4. Sesungguhnya Masjid Al Aqsha memiliki kaitan erat dengan Masjidil Haram. Masjid Al Aqsha merupakan tempat isra’ Rasulullah dan kiblat pertama umat Islam. Karenanya umat Islam harus mencintai Masjid Al Aqsha dan mempertahankannya dari segala upaya penjajah Yahudi yang hendak mencaplok dan merobohkannya.

5. Urgensi shalat dan kedudukannya yang agung. Jika perintah lain cukup dengan wahyu melalui Malaikat Jibril, perintah shalat langsung diturunkan Allah kepada Rasulullah tanpa perantara Jibril. Shalat ini pula yang menjadi inti tasliyah (hiburan) bagi hambaNya.

6. Rasulullah hendak mencapai fase baru yakni hijrah dan mendirikan negara Islam di Madinah. Maka Allah memurnikan barisan dakwah dengan isra miraj. Orang-orang yang tidak kuat aqidahnya dan mudah goyang keyakinannya, mereka murtad setelah diberitahu tentang isra miraj. Adapun yang imannya kuat, mereka justru semakin kuat imannya.

7. Keberanian Rasulullah sangat tinggi dalam berdakwah dengan menyampaikan isra miraj kepada mereka. Meskipun mereka tidak akan percaya bahkan mencemooh dan mengolok-olok, Rasulullah tetap menyampaikan. Beliau bahkan memberikan bukti-bukti empiris kepada kafir Quraisy meskipun mereka justru menuduh beliau sebagai tukang sihir.

8. Keimanan umat yang paling sempurna adalah imannya Abu Bakar. Ketika orang-orang kafir Quraisy mengabarkan bahwa Muhammad mengatakan telah isra miraj, beliau langsung mempercayainya. “Jika yang mengatakan Rasulullah, aku percaya,” demikian logika keimanan Abu Bakar sehingga beliau mendapat gelar Ash Shiddiq.

9. Rasulullah menyampaikan bahaya penyakit masyarakat yang dilihatnya. Beliau diperlihatkan bagaimana siksa untuk orang yang suka ghibah, orang yang berzina, orang yang makan harta anak yatim, dan lain-lain.

10. Para sahabat menjadi perhatian terhadap Masjid Al Aqsha yang saat itu berada dalam kekuasaan Romawi. Kelak di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Masjid Al Aqsha bisa dibebaskan.

Dalam acara Isra Miraj ini banyak sekali yang hadir para habib dan asatidz, semoga dengan kehadiran beliau beliau menambah keberkahan majlis ini, Aaamiin.

Acara di akhiri dengan doa oleh KH Nur Ali atau Kyai Montor kemudian para jamaah di suguhi Nasi Kebuli, Satu nampan tiga orang.

Panitia mengucapkan Terima kasih kepada para donatur yang telah mendonasikan untuk acara ini seperti Bamuis BNI, warga RW 02 Cipinang Muara yang tidak bisa di sebutkan satu persatu satu semoga Allah mengganti rezeki nya berlipat ganda serta di berikan keberkahan, Aamiin. (AW)

Tidak ada komentar