Sania Nabila Afifah: Hantam Lawan Politik Rezim Panik Lakukan Segala Cara


Sania Nabila Afifah

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Dalam politik demokrasi kekuasaan adalah segalanya sehingga dipertahankan dengan segala cara demi kemenangan dan langgengnya kekuasaan.

Sebagaimana yang terjadi saat ini, sangat terlihat sekali pertarungan politik ala demokrasi tersebut begitu kuat. Segala strategipun dilakukan tanpa mempedulikan akibat yang membuat masyarakat resah, bingung, takut dan tentu merugikan islam. Kondisi ini juga menimbulkan akibat lain terkait dengan pembubaran ormas karena politik murahan tersebut.

Seperti dikutip dari SuaraIndonesia, Direktur Menteri dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengecam oknum yang menyebarkan isu pasangan 02 akan membentuk Negara Khilafah untuk berhenti, sebab hal itu merupakan fitnah.


“Hentikan kebohongan itu karena bukan saja merupakan fitnah yang keji, tetapi juga memecah belah bangsa, “ kata Sudirman Said, di Jakarta Jumat “ ( 29/3/2019).

Sudirman mengungkap perjalanan hidup Prabowo menjadi bukti bagaimana kecintaan beliau kepada NKRI. Isu-isu yang dilontarkan oleh kubu pesaing 02 membuat resah sehingga pertarungan ini kian hari semakin memanas.

Jurus dan strategi mengalahkan paslon 02 itu sangatlah jitu. Banyaknya beredar video yang kental sekali dengan maksud dan tujuan untuk menakut - nakuti masyarakat dengan Khilafah atau pernyataan bahwa 02 didukung oleh ormas yang akan menegakkan negara Islam. Khalayak umum dalam hal ini sudah memahami bahwa kubu 02 didukung oleh Ijtima ulama yang di dalamnya terdiri dari ormas-ormas Islam yang menginginkan perubahan.

Isu yang sebelumnya berhasil membuat umat ketakutan dengan dimunculkannya kembali isu UU teroris yang digoreng serta dibuat lebih menakutkan umat islam sedemikian rupa.

Sejatinya, seorng Prabowo tidak akan mungkin mampu menegakkan negara Islam di bumi pertiwi, jikapun mungkin, pastinya tidak akan pernah terealisir jika masih menggunakan sistem yang ada yaitu demokrasi. Pastinya tidak akan pernah ada korelasi antara demokrasi dengan Islam. Tegak dan berdirinya negara Islam tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Karena Khilafah adalah janji Allah dan tentunya, yang berhak menetapkannya hanyalah Allah. Manusia tidak akan pernah bisa melampaui batas kekuasaan Allah sebagaimana yang telah Rasulullah tapaki.


Dalam Islam, kekuasaan adalah untuk menegakkan hukum syariah sehingga hubungan penguasa dan umat terkoneksikan melalui pola hubungan yang saling menguatkan dalam ketaatan dan menghidupkan budaya amar makruf nahi munkar, bukan hubungan pemenang dan oposan.

Islam datang untuk mengatur seluruh urusan umat manusia di seluruh alam dengan syariatnya yang sempurna dan akan menyatukan perasaan, pemikiran dan peraturan dalam satu wadah, satu kesatuan, satu kepemimpinan yaitu Khilafah.

Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam yang diwajibkan oleh Sang Khalik, Pencipta alam semesta. Khalifah diangkat melalui baiat berdasarkan kitabullah dan sunnah Rasul-Nya untuk memerintah sesuai dengan wahyu yang Allah turunkan. Dalil yang menunjukkan kenyataan ini sangat banyak, diambil dari al-kitab, as-Sunnah, Ijmak shahabat.

Sistem pemerintahan Islam bukanlah sistem demokrasi menurut pengertian demokrasi yang sebenarnya baik dari segi kekuasaan membuat hukum dan menetapkan halal dan haram, terpuji dan tercela ada di tangan rakyat, maupun dari segi tidak adanya keterikatan dengan hukum-hukum syariah dengan dalih kebebasan.

Orang-orang kafir memahami betul hal itu. Maka dari itu orang kafir sengaja menjajahkan demokrasi ke negeri-negeri muslim dengan tujuan menyesatkan umat Islam dengan memberikan gambaran kepada kaum muslim seakan-akan perkara yang paling mendasar dalam demokrasi adalah pemilihan penguasa.

Demokrasi adalah sistem kufur. Bukan karena demokrasi berbicara tentang pemilihan penguasa tetapi perkara yang mendasar dalam demokrasi adalah menjadikan kewenangan membuat hukum berada ditangan manusia, bukan pada Allah, Pencipta alam semesta. Padahal Allah SWT berfirman: “ Menetapkan hukum itu hanyalah milik Allah. ( TQS: Yusuf ayat 40).Wallahu a’lam bi ash-shawab.[]


Penulis adalah anggota komunitas Muslimah Rindu Jannah, Jember

Tidak ada komentar