Didi Diah, S.Kom*: Mengais Berkah di Hari Yang Fitri

Didi Diah, S.Kom
ZONALABOUR.COM, JAKARTA - "Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa ilaah illallahu wallaahu akbar Allaahu akbar wa lillaahil hamd". Pujian kepada Allah yang Mahabesar itu sayup terdengar indah di kejauhan, lafadz penuh keagungan, melintasi 30 hari penuh perjuangan, saatnya kita raih kemenangan. 

Ya saudaraku, takbir menggema di hari yang fitri, hari yang  dinantikan oleh kaum muslimin di seluruh belahan penjuru bumi. Pekikan lantang takbir memenuhi gelora kalbu mensyukuri nikmat dari Sang Ilahi. 

Itulah hari kemenangan yang dinanti oleh segenap jiwa, baik balita hingga lansia. Menorehkan tinta emas dalam relung setiap insan mulia. 

Namun, kadang kita lupa dengan esensi hari raya itu sendiri. Kita asyik dengan euforia kemenangan sesaat, namun setelahnya kita berjibaku kembali dengan kekalahan diri. Subhanallah, seakan kita mengayuh sepeda namun tak berjalan dinamis. Sungguh merugi orang-orang yang menjalani puasa dan syawal dengan percuma. 


Hakikat Hari Kemenangan

Sejatinya manusia menghargai setiap aktifitas yang dilakukannya semata mata mengharapkan keridloan dari Allah SWT, bukan sekadar ikut meramaikan atau terbawa arus suasana yang ada, karena sesungguhnya apa yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban. 

Maka, di hari yang fitri ini kita wajib muhasabah,  sudah sejauh mana amalan amalan yang kita lakukan mampu membawa kita ke syurgaNya. Aktifitas yang tidak melemahkan jati diri seorang muslim yang tidak membiarkan diri ini larut dalam kubangan kehidupan sekularisme yang membuat kita menjauhkan agama dari seluruh aktifitas. 

Bagaimana mungkin rahmat dan keridloan sang Pencipta kita raih manakala kita menjauhi semua perintahNya? Sungguh sangat merugi orang-orang yang berpuasa hanya mendapatkan ganjaran atas lapar dan hausnya saja. 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Maka, sudah sepantasnya ganjaran kebaikan yang Allah berikan mampu membuat kita memastikan diri untuk menjadi insan yang bertaqwa dengan melakukan amar ma'ruf nahi munkar dan terikat kepada seluruh hukum syariat Allah SWT dan melepaskan belenggu kehidupan sekularisme yang dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah. Bersabar untuk terus berjuang meninggikan kalimat Allah, dan senantiasa merujuk pada Al quran dan sunnah dalan seluruh muamalah. 

Inilah hakikat kemenangan yang sesungguhnya, kemenangan yang didapat atas usaha memperbaiki kondisi, tidak hanya individu, namun berdampak kepada kemaslahatan umat dan negara. Terus berjuang, semoga Allah memberikan kemudahan. Semoga kita akan dikumpulkan di JannahNya. 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Taqobbalallahu minna  wa minkum, Minal aidin al faizin, mohon maaf lahir dan batin.Wallahualam bishowwab.[]

*Praktisi pendidikan, Kepsek STP-SD Khairu Ummah, Ciledug, Tangerang

Tidak ada komentar