Mabes Polri Lakukan Kunjungan Supervisi Ke Terbus Kp. Rambutan Jakarta Timur

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri melakukan kunjungan supervisi dan monitoring ke Posko Terpadu Ketupat Jaya 2019 di Terminal Bus Kampung Rambutan, Ciracas, Jakata Timur, Sabtu (1/6/2019).

Hadir dalam kunjungan dan supervisi tersebut antara lain  BRIGJEN. POL. EDI SETIO (Dir Bintibmas Baharkam Mabes Polri), KOMBES. POL. SUDRAJAT (As Ops Polri), KOMBES. POL. SRI SUARNI (Lemdiklat Polri), AKBP. SUGENG (As Ops Polri), KOMPOL. ALI JONI (Polda Metro Jaya)

Kunjungan Supervisi diterima oleh Ka Pos Pam Terbus Kp. Rambutan AKP. A. E. SINAGA. SH didampingi Kasospol  UKL I Iptu. HERU SISWANTO, Spd. MM, hadir pula Danramil Pasar Rebo Kapten. M. SIANTURI dan Kasatpell Terbus Kp. Rambutan Bp. TAUFIK. 

Pukul 09.28 WIB Kapolres Metro Jakarta Timur KOMBES. POL. ADY WIBOWO SIK, MSI tiba di Pos Pam terpadu Terbus Kp. Rambutan menerima Kunjungan Supervisi dari Mabes Polri. 

Pukul 09.46 WIB Kapolsek Ciracas KOMPOL. AGUS WIDAR, SH tiba di Pos Pam terpadu Terbus Kp. Rambutan menerima Kunjungan Supervisi dari Mabes Polri. 

Kunjungan Supervisi yang dilakukan Mabes Polri tersebut dilaksanakan dalam rangka Pengecekan Kesiapsiagaan Posko terpadu Terbus Kp. Rambutan, Kesiapsiagaan Anggota dalam menjalankan tugas. 

Arahan dan atensi dari Kateam Supervisi Mabes Polri antara lain, untuk memanfaatkan ketersediaan kesehatan di berbagai Instansi, agar Kapospol dan Kasatpel Dishub Perlu merancang Metode Pengecekan Kesehatan yang di Integrasikan dengan pengecekan kelayakan Bus melalui alur, Untuk dipintu masuk kepada para Supir diberikan Pom Pemeriksaan Kesehatan selanjutnya menuju ke Meja pelayanan Tensi, Urine dll. sesuai dengan meja yang tersedia.

Dalam kunjungan supervisi tersebut pihak Mabes Polri memberikan pesan sebagai berikut 

1. Pada saat yang bersamaan kendaraan yang ada diparkiran diperiksa kelayakannya dan bila layak diberikan Striker namun bila tidak memenuhi standar kelayakan maka di informasikan dengan PO Busnya, dan diwajibkan untuk memenuhi standar kelayakan minimal.

2. Di Pintu keluar Formulir Kesehatan diserahkan kepada petugas. Bila tidak ada form berarti supir tersebut belum melakukan pemeriksaan Kesehatan maka petugas kesehatan tegas dengan tak mengijinkan yang bersangkutan untuk mengemudi.

3. Dalam hal daya dukungan anggaran para Ka. pada jajaran Opsnal dapat berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk membicarakan sharing cost.

4. Hal demikian dapat ditetapkan sebagai Management Pengelolaan Pelayanan Publik yang di Integrasikan di Terminal Bus Kp. Rambutan.[]

Tidak ada komentar